Minggu, 05 Desember 2010

Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
 

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, 

jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, 

jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
 

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engaku mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.


(As-Syahid Syed Qutb)

Senin, 29 November 2010

Keutamaan Sholat Dhuha

          Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam segala hal. Beliau tidak akan mewasiatkan atau memerintahkan sesuatu sebelum mengerjakannya. Demikian halnya dengan Shalat Dhuha, pastinya beliau telah mengerjakan terlebih dahuu dan mengintensifkannya, agar dapat melakukan amalan yang baik dan sesuai tuntunan Islam, diperlukan pengetahuan yang baik berkaitan dengan ilmu dan tata caranya, seta pemahaman hikmah amalan tersebut sebagai motivasi ( targhib ) diri. Demikian halnya dengan Shalat Dhuha. Untuk itu memahami Shalat Dhuha adalah suatu keharusan.
           Shalat Dhuha hukumnya Sunnah Muakkad ( sangat dianjurkan ), sebab Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan berpesan kepada para sahabatnya untuk mengerjakan Shalat Dhuha sekaligus menjadikannya sebagai wasiat. Kesunahan Shalat Dhuha berdasarkan hadist berikut ini :
“ Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur “ ( H.R Bukhari Muslim )
Demikian juga hadist ini :
“ dari Aisyiah ia berkata : Rasulullah Shalat Dhuha empat rakaat dan menambahnya menurut kehendak Allah “. ( H.R Muslim )

          Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada pagi hari. Dimulai ketika matahari naik mulai sepenggalan atau setelah terbit matahari ( sekitar jam 07.00 ) sampai sebelum masuk zuhur ketika matahari belum naik pada posisi tengah-tengah.
          Shalat Dhuha sekurang-kurangnya terdiri dari dua rakaat dan tidak ada batasan yang pasti mengenai jumlahnya, namun beberapa hadist shahih menerangkan bahwa terkadang Rasulullah SAW mengerjakan dua rakaat, empat rakaat, delapan rakaat bahkan lebih.


KEUTAMAAN SHALAT DHUHA

1. Shalat Dhuha adalah sedekah untuk 360 ruas tulang yang harus dibayarkan pada setiap paginya.
          Shalat Dhuha juga adalah sedekah sesuai dengan hadist riwayat Muslim dari Abu Dzar yang berbunyi : “ setiap ruas dari anggota tubuh kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemunkaran adalah sedekah dan semua dapat disepadankan dengan mengerjakan sholah Dhuha 2 rakaat.” ( H.R Abu Daud dan Ahmad dari Abu Buraidah )

2. Shalat Dhuha juga shalat sunnah yang lain merupakan investasi amal cadangan yang berfungsi untuk menyempurnakan kekurangan pada shalat wajib.
          Begitupun Shalat Dhuha juga berfungsi sebagai investasi amal cadangan karena salah satu fungsi dari ibadah sholat sunnah adalah untuk menyempurnakan kekurangan sholat wajib.

3. Shalat Dhuha adalah ghanimah atau keuntungan yang besar, lebih baik daripada ghanimah (harta rampasan) yang didapat dari medan peperangan.
          Suatu hari Rasulullah SAW mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Akhirnya mereka memperoleh kemenangan yang gemilang dan mendapatkan harta rampasan yang melimpah. Orang orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan dan banyaknya harta rampasan perang yang mereka peroleh. Kisah diceritakan lebih lengkap dalam hadist berikut ini :
“ dari Abdullah bin amr bin ash, ia berkata, “ Rasulullah SAW mengirim pasukan perang, lalu pasukan itu mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dan cepat kembali dari medan perang. Orang orang pun memperbincangkan cepat selesainya perang itu, banyaknya harta rampasan dan cepat kembalinya mereka. Maka Rasulullah SAW bersabda,” maukan aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih cepat selesainya perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasannya dan cepatnya kembali dari medan perang, yaitu orang yang berwudhu kemudian menuju mesjid untuk mengerjakan sholat sunnah Dhuha, dialah yang lebih cepat selesai perangnya, lebih banyak memperoleh harta rampasan, dan lebih cepat kembalinya. ( H.R Ahmad )

4. Orang yang selalu menjaga Shalat Dhuha akan dicukupi kebutuhan hidupnya, yakni kebutuhan psikis dan jiwa berupa kepuasan, qanaah ( merasa cukup dengan apa yang dikaruniakan Allah ), serta ridha terhadap karunia Allah.
          Orang yang gemar melaksanakan Shalat Dhuha karena Allah, akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah, Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadist Qudsi dari Abu Darda bahwa Allah SWT berfirman :
“ Wahai anak adam rukuklah ( shalatlah ) karena Allah pada awal siang ( Shalat Dhuha ) empat rakaat, maka aku akan mencukupi kebutuhanmu sampai sore hari.” (H.R Tarmidzi)

5. Allah akan mengampuni dosa orang yang melaksanakan Shalat Dhuha walau dosanya sebanyak buih dilautan. Artinya, jika kita mengerjakan Shalat Dhuha pada pagi hari, kita akan mengawali aktivitas seharian dengan ketenangan batin dan jiwa yang bersih dari dosa.
          Bahkan orang yang menjaga Shalat Dhuha akan diberikan ampunan Allah SWT sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
“ Barangsiapa menjaga Shalat Dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau sebanyak buih dilautan “ ( H.R Tarmizi, Ibnu Mazah dan Ahmad )

6. Dijanjikan pahala haji dan umrah bagi siapa saja yang melakukan shalat shubuh berjama’ah, kemudian duduk berzikir sampai matahari terbit, setelah itu melaksanakan Shalat Dhuha.
          Disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“ Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh berjamaah kemudian duduk berzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian dilanjutkan dengan Shalat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya” ( H.R. Tarmizi)
Ada 3 makna filosofis yang terkandung didalam Shalat Dhuha :
  1. Ingat kepada Allah ketika senang. Biasanya, kita memulai hari dengan optimisme, semangat membaja, dan konsentrasi tinggi untuk menggapai harapan dengan bekerja atau belajar. Badan masih segar dan tenaga masih kuat ditemani dengan hangatnya sinar matahari danudara pagi yang sejuk. Jika saat saat seperti ini kita mengingat Allah, kemudian Shalat Dhuha dengan hati tunduk dan khusyuk menghadap kepada Nya, diiringi kesadaran yang tinggi atas kekuasaan dan keagungan Nya, Allah pasti akan melimpahkan karunia dan kasih Nya kepada kita. Rasulullah menjelaskan dalam hadistnya bahwa siapa yang ingat Allah ketika senang dan lapang maka Allah SWT akan mengingatnya ketika sedih dan sempit.
  2. Shalat Dhuha merupakan perwujudan syukur kepada Allah SWT. Syukur atas segala nikmat dan karunia yang tiada terkira. Hal ini mengingat waktu Shalat Dhuha bersamaan dengan dimulainya aktivitas sehari hari. Shalat Dhuha mampu menggugah kesadaran akan perlunya berkonsultasi kepada Allah SWT dan meminta petunjuknya sebagai bekal bekerja atau belajar agar tetap dijalan yang diridhai.
  3. Shalat Dhuha merupakan bentuk tawakkal kepada Allah. Sebelum memulai aktivitas sehari hari, kita serahkan urusan kepada Allah. Memohon yang terbaik untuk hari ini. Karena hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi dan apa yang akan kita raih. Bila ada rencana atau agenda seharian, kita serahkan segalanya kepada Allah. Kita hanya mampu berencana atau berusaha, namun Allah juga yang akan menentukan.
Demikian beberapa hadist-hadist shahih yang menjelaskan tentang keutamaan Shalat Dhuha.

Disampaikan pada acara Sosialisasi Agenda Kerja Tim Tombo Ati Surau Mujibul Amin I Samarinda, oleh Ab. Drs. Haidar, MM.
        

Doa yang Terbaik

'Sebaik-baik doa yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu' (Ibnu Athaillah)

Nikmat yang Allah karuniakan kepada kita sebenarnya jauh lebih besar daripada nikmat yang kita minta. Saat kita meminta rezeki, pada saat bersamaan rezeki yang Allah curahkan kepada kita, jauh lebih melimpah. Saat kita meminta kebaikan, pada saat bersamaan kebaikan yang Allah berikan jauh lebih banyak dari yang kita duga. Hanya saja, keterbatasan ilmu dan ketertutupan mata hati, membuat kita jarang menyedari besarnya kurnia tersebut.

Doa yang kita mohonkan kepada Allah terbahagi kepada 3 tingkat:

1) Doa meminta dunia.

Inilah doa dengan tingkatan "terendah". Dalam doa ini, tidak ada yang kita minta selain dunia, termasuk minta harta berlimpah, minta kedudukan, minta berjaya dalam bisnes atau pekerjaan, minta jodoh, dsb. Tidak salah kita berdoa seperti ini, bahkan dianjurkan dan bernilai pahala.

2) Doa minta pahala.

Pada tingkatan kedua ini kita meminta agar Allah SWT membalas semua kebaikan kita dengan balasan berlipat ganda. Puncaknya, kita meminta dimasukkan ke dalam syurga dan dijauhkan dari neraka. Doa tingkatan kedua ini lebih bernuansa akhirat, dan nilainya lebih tinggi dari sekadar meminta dunia.

3) Doa meminta rahmat dan ridha Allah.

Inilah cita-cita tertinggi yang harus dimiliki seorang Muslim lagi Mukmin . Tentang hal ini, dalam kitab Hikam, Imam Ibnu Athaillah mengungkapkan bahwa:

"Sebaik-baik doa yang harus engkau panjatkan kepada Allah, adalah apa-apa yang Allah perintahkan kepadamu."

Jadi, doa terbaik yang harus kita panjatkan kepada Allah adalah doa minta dikuatkan iman, doa minta diberi ketaatan pada semua perintah dan diberi kekuatan menjauhi larangan, serta istiqamah dalam pengabdian. Rasulullah SAW mencontohkan sebaik-baik doa, yaitu:

Allahumma inni as'aluka ridhaakawal jannah, wa 'audzubika min sakhaathika wannaar.

Artinya, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, ridha-Mu dan syurga; dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan api neraka".

Saat kita meminta ridha Allah, maka saat itu kita telah meminta hal paling berharga dalam hidup. Sebab, tidak ada gunanya harta, pangkat, jabatan, rupa, atau apa pun, bila Allah tidak ridha kepada kita. Bila Allah sudah ridha, maka semuanya akan jadi mudah. Dunia, insyaAllah akan kita dapatkan, dan akhirat pun akan kita peroleh.

Kerana itu,
- daripada minta kecukupan, lebih baik kita minta tawakal;
- daripada minta nikmat, lebih baik kita minta syukur;
- daripada minta terlepas dari musibah, lebih baik minta sabar, dsb.

Hal ini bukan bererti kita tidak boleh berdoa. Berdoalah apa pun, selama tidak memohon kemaksiatan.

Sumber: (http://nur-reiki.blogspot.com)

Wallau'alam.

Benarkah Diet Vegetarian Picu Pikun

          Banyak orang mengurangi asupan makanan berlemak, seperti daging, demi memiliki berat tubuh langsing ideal. Tak jarang mereka memaksakan diri menjadi seorang vegetarian. Sehatkah pola diet ini?
          Seperti dikutip dari laman Times of India, pola diet vegetarian meningkatkan risiko gangguan mental seperti penurunan daya ingat dini atau dementia, dan alzheimer.
          Peningkatan risiko itu seiring minimnya asupan vitamin B12 yang umumnya terdapat dalam ikan, daging, telur, susu, dan produk non-vegetarian lainnya. "Minimnya asupan vitamin B12 berpotensi mereduksi kemampuan kerja otak yang akhirnya memicu hilangnya memori," kata Praveen Gupta, dokter ahli saraf dari Artemis Health Institute, Gurgaon, India.
          Analisa itu mungkin menjawab tingginya angka penderita alzheimer dan dementia di India yang mencapai 3,5 juta pada 2000. Bukan demi tubuh langsing, mayoritas populasi di India menjadi vegetarian dan menghindari konsumsi susu atas kepercayaan tradisi dan agama.
"Setidaknya ada 30 pasien di bawah usia 40 setiap bulan yang menderita gejala kehilangan memori dan gangguan kesehatan lainnya akibat kekurangan vitamin B12," kata Gupta yang menganjurkan pelaku diet vegetarian untuk mengimbanginya dengan konsumsi suplemen vitamin B12.
          Selain anjuran konsumsi suplemen, Gupta juga mengingatkan mereka yang menjalani diet vegetarian untuk memeriksakan kondisi kesehatan melalui tes darah. Ini penting untuk langkah pencegahan dini. Gejala kurang vitamin B12 antara lain, pelupa, emosional, mudah panik, dan depresi.
          WHO memperkirakan, terdapat sekitar 18 juta orang di seluruh dunia menderita alzheimer saat ini. Angka ini diproyeksikan meningkat dua kali lipat pada 2025.
          Sementara Konsultan gizi, dr Luciana B. Sutanto, menambahkan, diet vegetarian kurang tepat jika dikaitkan dengan tujuan menurunkan berat badan. Sebab, penurunan berat badan lebih dipengaruhi asupan kalori dari makanan dan keluaran kalori dari aktivitas fisik.
            Orang yang mengurangi asupan protein hewani dan meningkatkan protein nabati memang cenderung memiliki kadar lemak dan kolesterol rendah dalam tubuh. Namun, agar diet vegetarian efektif bagi kesehatan tubuh, pilih sumber makanan secara selektif.