Senin, 29 November 2010

Narasi Fildok


Taman Suropati Chamber

          Jakarta, pertama kali mendengar kata tersebut terlintas dipikiran kita kota dengan gedung-gedung tinggi. Keadaanya sungguh sibuk, kemacetan dan segala hiruk-pikuknya membuat kota kecil ini disebut kota metropolitan.
          Pembangunan kota yang cepat dan pesat membuat pemda DKI Jakarta membangun taman-taman kota sebagai daerah hijau, sumber resapan wilayah Jakarta. Salah satu taman tersebut adalah taman suropati yang terletak di jalan untung suropati menteng Jakarta pusat. Disekitar taman ini tersapat bangunan-bangunan penting dan bersejarah, disebelah selatan taman terdapat patung pangeran diponegoro dan gedung Bapenas, dan juga tedapat gereja paulus “ayam” disebelah barat daya taman .
          Selain digunakan sebagai daerah hijau dan sumber resapan. Taman suropati juga dimanfaatkan sebagai tempat perkumpulan seni. Salah satu seni tersebut adalah seni music biola yang tergabung dalam Taman Suropati Chamber.
          Komunitas Taman Suropati Chamber atau biasa disebut TSC ialah salah satu komunitas musik yang ada di Jakarta. Komunitas ini merupakan komunitas musik pertama yang memanfaatkan taman sebagai tempat pertemuannya.
          Komunitas TSC didirikan oleh Ages Dwiharso. Diawali pada tahun 2006, saat ia menghadiri workshop keroncong di Den Haag. Di sana ia melihat beberapa musisi memainkan musik di taman kota dan tiba-tiba terbesit di pikirannya untuk melakukan hal yang sama di Indonesia. Ide ini kemudian dikembangkan oleh ketiga temannya sesama pemain alat musik gesek yang akhirnya membentuk sebuah komunitas musik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar