Dari Dustur Ilahi
“Kami ceritakan kisah kepadamu dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, maka kami tambahkan kepada mereka petunjuk. Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri dan berkata ‘Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.
(Al Kahfi :13-15)
Kita menyadari sepenuhnya bahwa satu-satunya sumber kekuatan adalah Allah Rabbul Jalil, yang tiada daya dan upaya kecuali atas ijin-Nya. Adapun jama’ah dakwah adalah lembaga ibadah untuk mendekatkan diri pada sumber kekuatan itu. Dengan demikian, jama’ah akan berfungsi sebagai media yang menampung kekuatan Ilahi (markazul quwwah). Di atas kekuatan jama’ah inilah tanggung jawab menegakkan masyarakat Islam dibebankan sesuai dengan minhaj asasi kita, Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah.
Kekuatan utama gerakan dakwah adalah para ikhwah yang memiliki komitmen terhadap ‘amal jama’i. Mereka adalah basis operasional (qaidah harakiyyah) seluruh aktivitas gerakan. Tetapi kekuatan itu tidak ada artinya tanpa dukungan masyarakat. Umat Islam adalah power base (pangkalan kekuatan) bagi harakah Islamiyah. Tanpa landasan ini maka kekuatan dakwah menjadi kurang efektif.
Di dalam masyarakat kita, pemuda dan pemudi Islam merupakan unsur perubah (anashirut-taghyiir) yang utama. Mereka memiliki potensi yang besar untuk membuat perubahan sosial yang dikehendaki gerakan dakwah. Kelompok masyarakat kampus, sekolah dan pesantren (jihaz thullabi) di waktu mendatang akan berada pada pos-pos strategis yang dibutuhkan untuk menegakkan masyarakat dan khilafah Islamiyah.
Da’wah Islamiyah merupakan da’wah syamilah yang meliputi seluruh aktifitas kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Untuk itu diperlukan berbagai potensi masyarakat Islam yang syumul, meliputi bidang-bidang kehidupan yang menyeluruh. Dalam hal ini penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan langkah strategis yang sama sekali tidak boleh diabaikan. Ia merupakan salah satu kekuatan dari dua kekuatan yang dikaruaniakan Allah SWT, yakni Al Quwwah Al Kauniyah disamping Al Quwwah Al Qauliyah.
Pelajar sebagai salah satu elemen komunitas pemuda mempunyai berbagai karakteristik yang menonjol. Sifat-sifat itu antara lain dinamis, kreatif, agresif, spontan, heroik, enerjik, militan, rasa ingin tahu, mudah meniru, tingkat emosi yang labil dan umumnya belum memiliki kematangan jiwa yang mantap.
Segala kelebihan dan kekurangan yang melekat pada pelajar tersebut merupakan potensi bagi gerakan dakwah untuk merekrut para pelajar bergabung dalam proyek besar penegakan nilai-nilai Islamiyah.
Para pelajar tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah, sebagai institusi pendidikan formal. Bila dicermati kondisi sekolah (sebagai sebuah lembaga) juga memiliki berbagai potensi bagi dakwah antara lain :
- Persebaran sekolah yang merata ke seluruh wilayah. Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, hampir tiap kecamatan terdapat satu SMU Negeri.
- Jumlah pelajar yang relatif banyak dan mengalami penambahan tiap tahun.
- Intensitas interaksi antar siswa yang sangat tinggi, selama enam jam sehari dan enam hari dalam sepekan.
- Suasana sekolah yang relatif kondusif bagi penyebaran dan pengembangan dakwah. Misalnya : suasana siswa di sekolah yang seragam (usia, tingkat kecerdasan, pakaian, jam belajar, beban akademis, tugas-tugas, dst)
Untuk mengoptimalkan pembinaan pelajar Kami persembahkan kepada Ikhwah sekalian Risalah Tarbiyah da’wah sekolah
Tentu saja dalam penyusunan yang pertama ini akan dijumpai banyak kelemahan dan kekurangan
oleh karenanya kami meminta kritikan dan saran yang membangun tentunya
Akhirnya, Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maula wa ni’mal nashiir
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Ukhuwah Selalu
Tim Penyusun Panduan Kegiatan Mentoring
Kelompok Kajian Islam Al Uswah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar